Fenomena huruf “P” dan Orang Sunda

Fenomena huruf “P” dan Orang Sunda
Penulis: Aghni Luthfi

Sudah menjadi rahasia umum (kalo rahasia umum mah bukan rahasia lagi atuh ya?) bahwa orang Sunda susah membedakan antara ngomong v, p, dan f. Jadi cara penulisannya pun sering rancu. Saya pernah melihat dibelakang sebuah truk (palt nomor z, berarti plat nomor Garut) yang tulisannya “oftimis”. Padahal kan seharusnya optimis. Atau ada juga yang berjualan parfum dipinggir jalan tetapi tulisan dikiosnya “Sedia berbagai macam FarPum”. Membuat yang melihat ketawa(tapi cuma yang tau aja, karena ada juga yang melihat yang menganggap bahwa farpum benar karena tidak tau tea). Apakah kalian juga pernah melihat hal seperti itu???

Ya begitulah Sunda, hanya ada satu huruf “P”. Mau V atau F juga tetep dibaca “P”. Kenapa ya? Sampai saat ini hal tersebut masih menjadi sebuah misteri(Wahaha, berlebihan, emang udah kebiasaan aja kali). Seperti bahasa Arab hanya ada “F”. Kenapa ya? Sampai saat ini hal itu masih menjadi sebuah misteri juga(Berlebihan lagi, padahal emang g ada huruf “P” disana). Mau vespa, mau Fanta, jadinya tetep aja Pespa ama Panta. Masalah penulisan kata, itu mah emang orang yang nulisnya nggak taueun aja. Saya juga pernah liat tulisan dibengkel pinggir jalan yang tulisannya “Serpis husus pespa”.

Itulah salah satu faktor mengapa Orang Sunda selalu diketawain kalau lagi ngobrol. Sering ketuker antara huruf p, f, dan v. Saya pernah liat lagi tulisan “Terima vermak lepis”.(Kalau yang ini mah tukang jualannya emang beneran ga taueun).

Nih saya punya cerita,
Kan saya teh punya temen, trus temen saya teh cerita. Katanya waktu sekolah, guru fisika marah kepada temannya yang bernama Fadli karena tidak mengerjakan PR. Marahnya seperti ini. “Padli! kamu pikir dengan tidak mengerjakan PR PISIKA kau bisa ikut ujian? Kamu Fikir rumus PISIKA itu hanya cukup DIHAPALKAN saja? Lain kali jangan diulangi lagi ya Padli!”. Padahal namanya Fadli. Kacau bener tuh bahasa.

Ini saya punya cerita lagi : “Hayu urang ameng ka DUPAN…angkatna numpak mobil APP… diditu urang meser minuman PANTA jeung seprit…tong hilap urang meser DANKIN heula..”. Tau ga artinya? Artinya : Hayu kita main DUPAN, perginya naik mobil APP. Disana kita beli minuman Panta sama Seprit. Jangan lupa beli Dankin dulu. (Maksudnya Dunkin Donut,hohohoho).

Cerita lagi nih : Ada seorang jeger (tau kan jeger? Jeger teh preman) pengen gaya tangannya ditato gambar kelinci. Tapi tulisan dibawahnya “Fly Boy”. Wakakakakakak. Maksudnya Playboy. Wakakakakak. Asalnya mah pengen gaya, eh malah jadi GHAYYYYAA, Wakakakak.

Ini saya punya beberapa contoh tulisan yang pernah saya liat yang ketuker antara huruf p, f, dan v.
1. Oper Kuantiti
2. Hard Coper
3. Fax : Pax
4. Nongton TIPI
5. Pibre glaas
6. Pormalitas
7. Propit (Harusnya profit kan ya?)
8. Liperpool & Ase Milan

Maka dari itu mulutnya Orang Sunda “kudu dikafut heula meh teu ngacafruk”. Harusnya kudu dikaput heula meh teu ngacapruk. Artinya harus dijait biar ngga ngacapruk. Ngacapruk teh apa ya artinya? Susah neranginnya ah…he..he..

2 Tanggapan

  1. Asa nu nggeus ieu mah….. Heuheuheuheuheu….. :D

  2. muhun ..hehehheh

    kamana wae pa?

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.